Langsung ke konten utama

Lakukan 10 Hal Berikut agar Anda Sekeluarga Tetap Sehat di Musim Pancaroba!




Perubahan cuaca ternyata tidak bisa melulu ditebak. Ketika musim kemarau, terkadang hujan masih saja turun. Perubahan cuaca yang tak bisa diprediksi ini bisa membuat tubuh rentan terserang penyakit. Ada pepatah yang mengatakan bahwa kesehatan mahal harganya, untuk itu supaya Sahabat Puan sekeluarga terhindar dari penyakit, lebih baik lebih baik melakukan pencegahan terhadap penyakit daripada mengobatinya, sebab selain membutuhkan biaya, kita juga akan merasa menyesal telah menyia-nyiakan tubuh kita. Simak sepuluh hal berikut agar Sahabat Puan sekeluarga tetap sehat di musim pancaroba!

1.       Perbanyak konsumsi air putih!
Kita sudah sering mendengar bahwa konsumsi air putih yang disarankan dokter adalah dua liter per hari. Kenyataannya, apakah Sahabat Puan sekeluarga sudah rutin melakukannya? Banyak yang telah mengetahui info ini, tapi tak sedikit pula yang acuh dan seakan menganggap remeh. Padahal, mengonsumsi air putih sangatlah penting, di samping meningkatkan metabolisme tubuh, sekaligus membuat tubuh tidak mengalami dehidrasi. Mulai sekarang, terapkan yuk mengonsumsi rutin dua liter per hari!

2.       Cuci tangan sebelum makan
Ajakan yang terdengar klise ini juga masih sering diabaikan. Bila kita makan menggunakan sendok, misalnya, terkadang enggan mencuci tangan, kita akan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan jika makan tanpa sendok saja. Padahal, jika kita makan menggunakan sendok dan tidak mencuci tangan, bisa saja kuman dan bakteri yang ada di tangan jatuh ke makanan kita. Efeknya, bisa jadi kita akan sakit perut, diare, cacingan, dan penyakit lainnya. Mencuci tangan tidak hanya berlaku sebelum makan saja, jika Sahabat Puan memiliki anak-anakk, biasakan anak-anak rajin mencuci tangan setelah bermain!

3.       Cucilah buah, sayur, dan bahan-bahan makanan anda!
Pernahkah Sahabat Puan memakan apel tanpa mencucinya terlebih dahulu? Bila pernah, mulai sekarang Sahabat Puan harus mengubah pola pikir tersebut. Bila tidak dicuci, kotoran-kotoran yang ada di kulit apel bisa saja membuat Sahaabt Puan dan keluarga sakit perut. Bukan hanya buah saja, sayur-sayuran yang biasa mengandung pestisida harus dicuci bersih sebelum dimasak agar pestisida tidak meracuni perut keluarga. Usahakan mencuci bahan makanan lainnya seperti ikan, ayam, daging, dll. Sebelum hendak memasaknya!

4.       Jaga kebersihan alat-alat dapur!
Salah satu cara menjaga kebersihan alat-alat dapur, yakni dengan rajin mencucinya setelah digunakan. Bila ada peralatan dapur yang lama tidak digunakan, usahakan tetap mencucinya untuk menghindari debu-debu yang hinggap dan beterbangan. Bila Sahanbat Puan menggunakan panci yang berdebu karena lupa mencucinya dan hanya dibersihkan pakai kain saja, sisa-sisa kotoran yang masih menempel bisa saja berpindah ke makanan dan akan menyebabkan penyakit. Saat mencuci peralatan dapur, pilihlah pencuci piring yang mampu menghilangkan lemak!

5.       Bersihkan rumah secara rutin!
Membersihkan rumah sudah menjadi kewajiban bagi penghuninya sebab rumah adalah istana, kita akan mengetahui kepribadian seseorang dari seberapa rapi ia menata rumahnya. Tentunya bila rumah kita bersih, kita akan hidup nyaman dan terhindar dari penyakit.

6.       Jangan terlalu sering minum es atau air dingin!
Ketika kita kehausan, terkadang langsung terbesit dalam pikiran untuk mengonsumsi minuman dingin agar terasa segar. Ternyata mengonsumsi dingin ternyata dapat memicu sakit kepala atau migrain. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita daripada laki-laki. Menurut riset John Hopkins University dalam Everyday Health, hal ini terjadi karena kombinasi antara stimulasi saraf yang sensitif terhadap suhu ditambah dengan efek dingin yang mengalir di pembuluh darah. Rasa sakit akan muncul di bagian tengah depan kepala, diikuti dengan bagian sekitar lainnya.

7.       Jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan manis!
Mengonsumsi makanan manis boleh-boleh saja, asal tidak terlalu berlebihan karena tidak baik bagi kesehatan. Di samping merusak gigi, mengonsumsi makanan manis berlebih dapat membuat tenggorokan sakit, selain itu dapat pula memicu terjadinya diabetes.

8.       Rutin berolahraga!
Ajaklah keluarga anda untuk rutin berolahraga! Sebab dengan berolahraga banyak sekali manfaat yang akan didapat. Namun di era digital seperti sekarang ini, tidak sedikit pula yang mau berolahraga dan lebih memilih diam bermain gawai. Kesadaran akan kesehatan tubuh memang harus ditumbuhkan mulai dari diri sendiri dan bisa ditularkan ke anggota keluarga lainnya.

9.       Mengonsumsi Vitamin bila diperlukan
Bagi Sahabat Puan yang telah terbiasa mengonsumsi vitamin, sah-sah saja dilakukan guna menjaga kesehatan dan keseimbangan tubuh. Namun bagi yang tidak biasa, mengonsumsi vitamin bukanlah syarat mutlak agar tubuh tetap sehat.

10.   Istirahatyang cukup!
Meski anda seorang yang sibuk dengan rutinitas padat, usahakanlah tidur cukup! Pastikan Sahabat Puan sekeluarga tidur selama delapan jam per hari! Sebab istirahat yang cukup, sangatlah penting dalam menjaga tubuh agar tetap sehat. Saat keluarga anda tidur, jauhkan anak-anak dari jangkauan gawai. Terkadang salah satu faktor yang membuat anak-anak sulit tertidur karena sibuk bermain gawai.


Jerambah Bolong
Rini Febriani Hauri

Catatan: Tulisan ini pernah dimuat di puan.co tertanggal 27 September 2017. Sila klik http://puan.co/2017/09/lakukan-10-hal-berikut-agar-anda-sekeluarga-tetap-sehat-di-musim-pancaroba/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebelik Sumpah,Bisnis Sampingan Suku Anak Dalam

Sahabat Puan pernah mendengar sebelik sumpah khas sad (Suku Anak Dalam)? Jika belum pernah, ayo simak liputan puan.co!   Sebelik sumpah merupakan kerajinan tangan khas orang rimba / SAD di TNBD (Taman Nasional Bukit Duabelas). Kerajinan tangan ini berupa gelang, kalung, dan gantungan kunci. Orang rimba atau SAD meyakini bahwa kalung dan gelang sebelik sumpah memiliki kekuatan magis meski tanpa diberi mantra sekalipun. Mereka percaya bahwa orang yang memakai kalung dan gelang sebelik sumpah akan terbebas dari sumpah serapah orang-orang yang bermaksud jahat. Malah, sumpah serapah itu dipercaya akan berbalik ke tuannya, seperti senjata makan tuan. Selain itu, sebelik sumpah juga bisa menjadi penolak bala yang datang kepada mereka. Karena penasaran dengan kerajinan tangan khas ini, saya pun berkunjung ke Sako Napu Makekal Hulu di TNBD (Taman Nasional Bukit Duabelas) Merangin, Jambi. Di ibu kota Kabupaten Merangin, yaitu Bangko, tepatnya di mes Sokola Rimba, say...

Buku Profil Perempuan Pengarang & Penulis Indonesia

Oleh: Tri Wahyuni Zuhri Judul  : Profil Perempuan Pengarang & Penulis Indonesia Penulis : Kurniawan Junaedhie Penerbit : Kosa Kata Kita Jakarta Jumlah hlm. : 338 Tahun : 2012 Buku yang di tulis oleh Kurniawan Junaedhie dan di terbitkan oleh Kosa Kata Kita Jakarta, memang cukup banyak di cari. Terutama karena buku ini memuat sekitar 800-an lebih profil perempuan pengarang dan penulis Indonesia.  Sejak zaman Saadah Alim, perempuan pengarang kelahiran 1897, hingga Sri Izzati, pengarang kelahiran 1995. Dalam kata pengantar di buku ini, Kurniawan Junaeid menjelaskan alasannya membuat buku Profil Perempuan Pengarang dan Penulis Indonesia.  Selama ini masih sedikit sekali buku  literatur yang menjelaskan sepak terjang perempuan pengarang dan penulis di Indonesia.  Sebut saja buku-buku tersebut antara lain Leksikon Kesustraan Indonesia Modern Edisi Baru (Djambatan, 1981) di susun oleh Pemusuk Eneste, Leksikon Susastra Indonesia (Balai P...

Puisi Rini Febriani Hauri dalam Buku Antologi Puisi Wartawan se-Indonesia

Dua Puisi RFH di Buku Puisi Wartawan Indonesia Pesona Ranah Bundo dalam rangka Hari Pers Nasional 2018 Sumatera Barat sumber: L'imagerie Gallery Ladam Kuda Ladam kuda bergelantungan di atas pintu rumah panggung Oh, roh nenek moyang. Jagalah kami dari marabahaya Dan segala tuah ninik mamak tua tengganai Seruan bintang dan debur sungai tabir yang keruh Menjalar ke jembatan gantung Tidurlah dalam buaian kayu-kayu ulin Sebab tuju kelak berbalik ke tuannya Oh, betapa di kampung ini, leluhur Hidup kembali. Oh, Roh Nenek Moyang. Oh, Ladam Ladam Kuda. Jangan pernah hanyut sampai ke muara! Jerambah Bolong, 2017 Lubuk Larangan Barangkali daratan menghendaki bahwa kematian yang dikuburkan adalah perjalanan yang tak selesai maka, aku menjelma sungai dan mengalirkan kesepian bersama mantra penjaga ikan-ikan Pada segala hal yang misterius kusamarkan maut dalam deras arus bayang-bayang kail lumat ingatan seperti Nuh membelah lautan : karam bersama k...

Rise For Holiday